Daftar Kantor Kedutaan

Kedutaan Besar Negara Serbia

Kedutaan Besar Negara Serbia – Serbia terjalin sejak tanggal 4 November 1954, dimana Serbia pada masa itu masih tergabung dalam Republik Federasi Rakyat Yugoslavia (Federal People’s Republic of Yugoslavia – FPRY), dibawah kepemimpinan Presiden Josiph Broz Tito. FPRY memberikan pengakuan resmi atas berdirinya negara Republik Indonesia pada tanggal 1 Februari 1950. Pada tanggal 10 Juli 1956, pemerintah RI membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beograd, sedangkan  FPRY membuka kantor perwakilannya di Jakarta pada February 1955 pada level Chargé d’Affaires.

Pada awalnya FPRY terdiri dari 6 negara bagian yaitu Serbia, Slovenia, Kroasia, Bosnia & Herzegovina, Montenegro dan Makedonia. Seiring dengan perkembangan politik, statusFPRY mengalami beberapa kali perubahan nama. Diawali dengan perubahan menjadi Republik Federasi Sosialis Yugoslavia (Socialist Federal Republic of Yugoslavia – SFRY) pada tahun 1963 – 1991, kemudian menjadi Republik Federasi Yugoslavia (Federal Republic of Yugoslavia – FRY) pada tahun 1992-2002. Pada tahun 2003 – 2006, FRY berganti nama menjadi Uni Serbia dan Montenegro.

Pada tanggal 21 Mei 2006, Uni Serbia dan Montenegro secara resmi berpisah menjadi Republik Serbia dan Republik Montenegro. Dalam hal ini, Republik Serbia yang beribukotakan Beograd mewarisi hak dan kewajiban hukum internasional dari negara Yugoslavia.

Nama Negara ; REPUBLIK SERBIA

Sistem Politik : Republik / Demokrasi Parlementer

Kepala Negara :Presiden Alexander Vucic

Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Ana Brnabic

Menteri Luar Negeri : Ivica Dačić

Duta Besar Serbia untuk Indonesia : Duta Besar Slobodan Marinkovic

Duta Besar RI untuk Serbia : Harry R. J. Kandou

Komoditas ekspor utama Serbia : Berdasarkan klasifikasi Standard International Trade Classification (SITC) rev. 4, komoditas ekspor penting Serbia tahun 2015 adalah kelompok road vehicles(USD 1.568,6 juta), electrical machines and apparatus (USD 1.031,4 juta), fruit and vegetables (USD 764,0 juta), cereals and produces thereof (USD 639,6 juta), dan non-ferrous metals (USD 563,1 juta) yang secara bersama-sama mewakili 34.1% nilai keseluruhan ekspor.

Komoditas impor utama Serbia : Produk yang diimpor Serbia dari luar negeri pada tahun 2015, terutama berupa kelompok road vehicles (USD 1.206,9 juta), oil and oil derivatives (USD 719,2 juta), electrical machines and apparatus (USD 623,1 juta), general industrial machinery and equipment (USD 538,0 juta), natural gas (USD 518,7 juta) dan medical and pharmaceutical products (USD 521,3 juta) yang secara bersama-sama mewakili 22.6% dari keseluruhan nilai impor.

Komoditas ekspor utama RI ke Serbia : Karet alam, kertas, minyak kelapa sawit dan produk turunannya, produk perikanan, kelapa dan produk turunannya, alas kaki, kertas.

Komoditas impor utama RI dari Serbia : Produk makanan olahan, peralatan untuk analisa kimia dan fisika, peralatan terapis mekanis, alat pemanas, kayu, produk kebersihan dari bahan karet, pressure switch.

Nilai Perdagangan Bilateral : USD 28.106 Juta (ekspor USD 2.808 juta; impor USD 25.298 juta) USD 15.324 Juta (ekspor USD 6.204 juta; impor USD 9.120 juta)

Populasi : 7.076.372 jiwa

Bahasa Nasional : Serbia

Jumlah WNI : 98 jiwa

Hubungan Diplomatik : 1954

LETAK GEOGRAFIS

Dari segi wilayah, Serbia merupakan salah satu negara di kawasan Eropa Tengah. Serbia berbatasan dengan Hungaria di utara; Romania dan Bulgaria di Timur; Makedonia dan Albania di selatan serta Montenegro, Kroasia, dan Bosnia-Herzegovina di sebelah Barat.

Konstitusi

Konstitusi Republik Serbia yang saat ini berlaku disetujui oleh Majelis Nasional Republik Serbia pada tanggal 30 September 2006 (menggantikan konstitusi yang disahkan tahun 1990) dan disahkan melalui referendum pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2006. Teks pembukaannya menganggap Provinsi Kosovo dan Metohija sebagai bagian kesatuan dari wilayah Serbia yang diberikan status otonomi substansial. Konstitusi tersebut juga mengatakan Serbia sebagai negara merdeka dan menjamin Hak Asasi Manusia, termasuk hak-hak minoritas dan melarang hukuman mati dan kloning manusia. Konstitusi ini juga menjamin perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual. Kewajiban Republik Serbia adalah untuk membantu dan mempromosikan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya dan seni.

 Eksekutif

Pemerintahan Serbia berbentuk Republik dimana kabinet dikepalai oleh Perdana Menteri selaku kepala pemerintahan, sedangkan Presiden bertindak sebagai kepala negara. Pemerintah Serbia terdiri dari perdana menteri, wakil perdana menteri dan menteri-menteri. Kandidat perdana menteri harus mempresentasikan program-programnya dan mengajukan daftar menteri-menteri dalam pemerintahannya ke Majelis Nasional. Wakil Perdana Menteri I bertanggungjawab dalam bidang pertahanan, keamanan dan perlawanan terhadap kejahatan dan korupsi.

Baca juga:

Kedutaan Besar Negara ​Burkina Faso

​Kedutaan Besar Negara ​Burkina Faso – Burkina Faso (Sebelumnya: Upper Volta, Republic of Upper Volta), yang juga dikenal dari nama pendeknya Burkina, adalah sebuah negara terkunci daratan di Afrika Barat, yang dikelilingi oleh 6 negara : Mali di sebelah utara, Niger di sebelah timur, Benin di sebelah tenggara, Togo dan Ghana di sebelah selatan dan Pantai Gading di barat daya. Sebelumnya Burkina Faso memiliki nama Republic of Upper Volta, namun Presiden Thomas Sankara pada tanggal 4 Agustus 1984 merubahnya menjadi Burkina Faso, yang berarti “tanah orang benar” (the land of upright people) dalam bahasa More dan Dioula, bahasa daerah utama Burkina Faso. Burkina Faso merdeka dari Perancis pada tahun 1960.

Terjadi beberapa kali kudeta militer sepanjang dekade 1970an dan 1980an yang kemudian dilanjutkan dengan pemilu multi-partai di awal 1990an. Presiden Blaise COMPAORE yang sekarang berkuasa melalui kudeta militer tahun 1987 dan selalu memenangkan setiap pemilu yang diadakan sejak saat itu. Tingginya kepadatan penduduk Burkina Faso dan sumber daya alam yang terbatas mengakibatkan prospek ekonomi yang lemah bagi kebanyakan penduduknya. Kericuhan baru-baru ini di Pantai Gading dan Ghana Utara telah menghalangi beberapa ratus ribu buruh tani musiman Burkinabe untuk mencari kerja di negara-negara tetangga. Pada bulan Januari 2008, Burkina Faso mendapatkan kursi non-permanen di Dewan Keamanan PBB untuk masa jabatan 2008-2009. Kedutaan Besar Negara ​Burkina Faso

Burkina Faso merupakan salah satu negara termiskin di dunia, yang hanya memiliki beberapa sumber daya alam dan basis industri yang lemah. Sekitar 90% penduduk bergerak dalam bidang pertanian subsisten, yang rentan terhadap kekeringan periodik. Kapas adalah tanaman penghasil devisa utama dan pemerintah telah bergabung dengan tiga negara produsen kapas lainnya di wilayah Mali, Niger, dan Chad untuk melobi WTO supaya subsidi para petani kapas negara-negara pesaing dikurangi. Sejak tahun 1998, Burkina Faso telah melakukan privatisasi perusahaan milik negara dengan sukses, walaupun secara bertahap.

Setelah merevisi peraturan investasi pada tahun 2004, Burkina Faso berharap dapat menarik investor asing. Berkat  peraturan ini dan berbagai peraturan lainnya yang mendukung sektor pertambangan, negara ini mengalami peningkatan eksplorasi dan produksi emas. Meskipun konflik internal negara tetangga Pantai Gading mulai terselesaikan, hal ini masih berakibat negatif terhadap perdagangan dan pekerjaan Burkina Faso. Burkina Faso menerima hibah Millennium Challenge Corporation (MCC) untuk meningkatkan pendidikan perempuan di tingkat sekolah dasar dan menandatangani perjanjian MCC yang berfokus kepada infrastruktur, pertanian dan reformasi tanah di bulan Juli 2008.

Sejarah dan geografi

  • Luas wilayah : 274 200 km²
  • Kepadatan : 44 jiwa/km²
  • Perbatasan darat : 3.192 km (Mali 1.000 km ; Niger 628 km ; Pantai Gading 584 km ; Ghana 548 km ; Benin 306 km ; Togo 126 km)
  • Daerah laut : 0 km
  • Ketinggian : + 200 m > + 749 m
  • Kemerdekaan : 5 Agustus 1960 (bekas koloni Prancis)

Statistik demografi

  • Penduduk : 13.200.000 jiwa (2005). 0-14 tahun : 47,5%; 15-64 tahun : 49,59%; + 65 tahun : 2,91%
  • Harapan hidup pria : 46 ans (en 2001)
  • Harapan hidup wanita : 47 ans (en 2001)
  • Tingkat pertumbuhan penduduk : 2,68% (2001)
  • Tingkat kelahiran : 44,79 ‰ (2001)
  • Tingkat kematian : 17,05 ‰ (en 2001)
  • Tingkat kematian bayi : 16,92 ‰ (2001)
  • Tingkat kesuburan : 6,7 bayi/wanita (2004)
  • Tingkat perpindahan : – 0,97 ‰ (2001)

Akses teknologi

  • Jaringan telepon : 36.000 (1997)
  • Penggunaan telepon : 200.000 (2005)
  • Kepemilikan radio : 370 000 (1997)
  • Kepemilikan TV : 2.000.000 (2005)
  • Penggunaan Internet : 20.000 (2005)
  • Jumlah layanan akses Internet : 10 (2006)

Prasarana

  • Jalan : 12.506 km (sekitar 2.001 km beraspal) (1996)
  • Jalur KA : 622 km
  • Jalur pelayaran : 0 km
  • Jumlah bandara : 33 (hanya 2 yang beraspal) (2000)

Baca juga:

Negara :​ Republik Senegal (Republic of Senegal / République du Sénégal)
Ibu kota : Dakar (WIB – 7)
Kepala Negara/Pemerintahan : Macky Sall (sejak 2 April 2012)
Ketua Parlemen : Moustapha Niasse (sejak 30 July 2012 terpilih kembali pada 11 Oktober 2013 dan 14 Oktober 2014)
Perdana Menteri : Mahammed Boun Abdallah Dionne (sejak 8 July 2014 dan ditunjuk kembali pada 6 September 2017)
Menteri Luar Negeri : Sidiki Kaba (sejak 7 September 2017)
Bahasa Resmi : Perancis
Agama : Islam (95,4%), Kristen (4,2%), Kepercayaan lain (0,4%)
Hari Kemerdekaan : 4 April 1960
Luas Wilayah : 192.530 Km²
Penduduk : 15.411.614 (World Bank, 2016)
Mata Uang : West African CFA (XOF)

XOF per USD: 617 (2017)

GDP (Nominal) : USD 15,66 miliar (World Bank, 2014)
GDP (Per Kapita) : USD 1.067,1 (World Bank, 2014)
Cadangan Devisa : USD 387 juta (termasuk emas) (World Bank, 2000)
Foreign Direct Investment : USD -277,9 juta (World Bank, 2013)
Total Perdagangan Internasional : USD 8,2 miliar (World Bank, 2015) (defisit USD 3 miliar)
Pertumbuhan GDP : 6,6 % (World Bank, 2016)
Industri Unggulan : Perikanan, Pariwisata, Pertambangan (fosfat, emas), Pertanian
Perwakilan Pemerintah Kedua Negara : Indonesia:

KBRI Dakar

Senegal:

Kedubes Senegal di Tokyo, Jepang

Kedutaan Besar Negara Senegal

Kedutaan Besar Negara Senegal – Hubungan diplomatic RI-senegal secara resmi dibuka pada tanggal 3 oktober 1980. Pemerintahan Indonesia dan Senegal saat ini sedang memproses draft Memorandum of Understanding

(MoU) Pembentukan Komisi Bersama Indonesia – Senegal dan draftMoU bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

Ekonomi dan perdagangan

Di bidang ekonomi, berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI nilai perdagangan Indonesia-Senegal mencapai USD 81,9 juta pada tahun 2016, menurun sebesar 8,5% dibanding tahun 2015 (USD 89,4 juta) ​dengan surplus di pihak Indonesia. Tren total perdagangan kedua negara periode 2012-2016 adalah sebesar 16,97​%. Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar 31,07​% dari produk non migas. ​Selain itu, dalam rangka penguatan kerja sama bilateral dan Kerja Sama Selatan-selatan, Pemerintah RI juga telah menyerahkan 5 (lima) traktor tangan kepada Pemerintah Senegal pada tahun 2014.​​​

Social-Budaya

Di bidang social-budaya, dalam dalam kurun waktu 2012-2017, Pemri telah memberikan beasiswa kepada 8 (delapan) WN Senegal melalui skema Beasiswa Darmasiswa dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Pada tahun 2017, terdapat 3 (tiga) orang WN Senegal yang mendapatkan Beasiswa Darmasiswa dari Pemri. KBRI memiliki program kelas Bahasa Indonesia di kampus ISM-Dakar. Saat ini, program kelas Bahasa ditangani oleh alumnus penerima Beasiswa dari Pemri bernama Dr. Daniel Bitty yang saat ini menjabat sebagai Direktur Institut Afrika-Asia, ISM-Dakar. Program kelas Bahasa telah dirintis sejak tahun 2008 dan terus diberlangsungkan hingga saat ini. Di ISM-Dakar saat ini terdapat Indonesian Club yang berisi mahasiswa/i yang tergabung dalam kelas Bahasa.

Selain warga negara dari negara-negara yang diberikan Bebas Visa Kunjungan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan, warga negara dimaksud tetap harus memperoleh visa untuk memasuki wilayah Indonesia dengan melengkapi persyaratan-persyaratan di bawah ini. ​

APLIKASI VISA UNTUK PARIWISATA (Biaya Visa: US $ 50, -)
 
Dokumen yang diperlukan:
  1. Paspor (berlaku minimal selama 6 bulan)
  2. Fotokopi halaman pertama dan kedua paspor
  3. Dua (2) foto ukuran paspor
  4. Sertifikat kerja
  5. Sertifikat Cuti
  6. Tiket pulang pergi
  7. Reservasi hotel
  8. Laporan rekening bank yang valid dan terbaru
  9. Formulir Visa
APLIKASI VISA UNTUK BISNIS: (Biaya Visa: US $ 50, -)
Dokumen yang diperlukan:
  1. Paspor (berlaku minimal selama 6 bulan)
  2. Fotokopi halaman pertama dan kedua paspor
  3. Dua (2) foto ukuran paspor
  4. Salinan Registry Komersial
  5. Tiket pulang pergi
  6. Reservasi hotel
  7. Laporan rekening bank yang valid dan terbaru
  8. Formulir Visa
APLIKASI VISA UNTUK MENGHADIRI SEMINAR, WORKSHOP, FORUM … dll .. (Biaya Visa: US $ 50, -)
Dokumen yang diperlukan:
  1. Paspor (berlaku minimal selama 6 bulan)
  2. Fotokopi halaman pertama dan kedua paspor
  3. Dua (2) foto ukuran paspor
  4. Sertifikat kerja
  5. Surat keterangan dari sponsor/ penyelenggara acara
  6. Surat undangan
  7. Tiket pulang pergi
  8. Reservasi hotel
  9. Laporan bank yang valid dan terbaru
  10. Formulir Visa

Baca juga:

 

Kedutaan Besar Negara Oman

Kedutaan Besar Negara Oman – Oman merupakan negara yang menganut sistem perdagangan terbuka. Perdagangan luar negeri menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, terutama bagi penerimaan negara dari hasil penjualan minyak bumi. Nilai kegiatan ekspor-impor barang mencapai 93% dari total PDB di tahun 2015. Ekspor minyak dan gas mencapai 59,4% dari total nilai ekspor Oman, yang mencerminkan ketergantungan terhadap minyak yang sangat tinggi. Namun demikian, nilai ekspor migas turun jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 65,7% dari keseluruhan nilai ekspor Oman.

Dalam lima tahun terakhir, Oman selalu mencatat surplus perdagangan. Meskipun harga minyak dunia tengah berada di level rendah, Oman masih dapat mencatat surplus, meskipun nilainya berkurang jauh. Produk utama ekspor Oman adalah minyak, gas alam, produk-produk hidrokarbon, aluminium, biji besi, dan pupuk. Sedangkan produk utama yang diimpor oleh Oman adalah Kendaraan bermotor, aksesoris kendaraan, peralatan konstruksi, dan peralatan komunikasi.

Oman merupakan anggota GCC yang didirikan pada tahun 1981 dengan 6 negara – yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Blok GCC memiliki lokasi yang strategis di dunia dan dikenal sebagai penghasil minyak dan gas. Bila dibandingkan dengan negara-negara GCC lainnya, ekonomi Oman relatif rendah,

Pelayanan yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berada di Kesultanan Oman antara lain: penerbitan paspor baru, penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), Penerbitan Surat Cuti, Pembuatan Surat Keterangan Akan Menikah dan Surat Keterangan Menikah, Pembuatan Surat Keterangan Lahir Anak, Legalisasi Dokumen, Penerbitan Surat Keterangan lain, serta perlindungan terhadap WNI yang berada di Kesultanan Oman dan lain-lain.​

Adapun pelayanan yang diberikan kepada warga asing antara lain Penerbitan Visa Diplomatik, Penerbitan Visa Kunjungan, Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan, Visa Tinggal Terbatas dengan persetujuan Imigrasi Pusat, Legalisasi Dokumen Bisnis dan Non Bisnis, serta pelayanan lainnya.

Nama Resmi Negara : Kesultanan Oman

Bentuk Negara : Monarki

Ibukota : Muscat

Luas Wilayah : 309.500 km2

Jumlah Penduduk : 4,5 juta orang

Lagu Kebangsaan : Nasyid As Salam As Sultani

Agama : Islam (90%), Kristen, Hindu, Sikh

Bahasa : Arab

Mata Uang  : Rial Oman (OMR)

Hari Nasional    : 18 November

Suku bangsa/Etnis : Arab, Baluchi, Asia Selatan (India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh), Afrika

Sistem Pemerintahan :  Monarki Absolut

Nama Kepala Negara :  Y.M. Sultan Qaboos bin Said al-Said

Nama Menteri Luar Negeri :  Y.M. Sultan Qaboos bin Said al-Said

Catatan : Jabatan Menteri Luar Negeri secara resmi dipegang oleh Sultan Qaboos bin Said al-Said, sedangkan untuk pelaksanaan sehari-hari dijabat oleh Menteri yang Bertanggung Jawab untuk Urusan Luar Negeri (Minister Responsible for Foreign Affairs), yaitu Y.M. Yusuf bin Alawi bin Abdullah.

Nama Duta Besar Oman untuk RI :  Y.M. Sayyid Nazar bin Al-Julandi bin Majed Al-Said

Nama Duta Besar RI untuk Oman :  Y.M. Musthofa Taufik Abdul Latif

Gross Domestic Product (GDP) :  US$70,25 milyar (2015,World Bank)

GDP per Kapita :  US$15.645 (2015, World Bank)

Komoditas Ekspor :  Minyak; gas alami; hidrokarbon; aluminium; biji besi; pupuk

Komoditas Impor :  Kendaraan bermotor; aksesoris kendaraan; peralatan konstruksi; peralatan komunikasi

Keanggotaan di Organisasi Internasional : ABEDA, AFESD, AMF, CAEU, FAO, G-77, GCC, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (NGOs), IDA, IDB, IFAD, IFC, IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IPU, ISO, ITSO, ITU, LAS, MIGA, NAM, OIC, OPCW, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, WTO.

Baca juga:

Kedutaan Besar Negara Gabon

Kedutaan Besar Negara Gabon – Republik Gabon adalah sebuah negara di Afrika bagian barat yang hari kemerdekaannya sama dengan Indonesia. Gabon memiliki kekayaan mineral cukup banyak sedangkan jumlah penduduknya relatif kecil. Karena kandungan buminya, Gabon dikenal sebagai salah satu negara kaya di Afrika. Gabon berbatasan dengan Guinea Khatulistiwa dan Kamerun di utara serta Republik Kongo di barat dan selatan. Luas wilayahnya hampir setara dengan dua kali luas Provinsi Kalimantan Tengah. Penduduk asli Gabon adalah suku Pigmi, yang sudah banyak terserap ke dalam suku Bantu ketika mereka bermigrasi.

Pada abad ke-15, bangsa Eropa pertama tiba. Nama Gabon berasal dari “Gabão”, yang dalam bahasa Portugis berarti “mantel”, berhubungan dengan bentuk muara sungai Komo dekat Libreville. Penjelajah Pierre Savorgnan de Brazza dari Perancis memimpin misi pertama ke Gabon dan Kongo pada tahun 1875. Ia mendirikan kota Franceville, dan kemudian menjadi gubernur kolonial. Beberapa kelompok Bantu tinggal di daerah yang kini menjadi Gabon ketika Perancis mendudukinya pada tahun 1885.

Pada tahun 1910, Gabon menjadi 1 dari 4 wilayah Afrika Khatulistiwa Perancis, federasi yang bertahan sampai tahun 1959. Wilayah ini merdeka pada tanggal 17 Agustus 1960. Presiden pertama adalah Léon M’ba yang dipilih tahun 1961, dengan Omar Bongo Ondimba sebagai WaPres. Kepentingan Perancis amat menentukan dalam kepemimpinan di Gabon setelah merdeka; kepentingan penebangan Perancis melimpahkan dana untuk kampanye pemilihan M’ba, ‘evolué’ dari daerah pesisir.

Gabon bersistem presiden. Presiden pertama Gabon adalah Léon Mba. Presiden ke-2 adalah Omar Bongo Ondimba yang sudah berkuasa sejak tahun 1967 hingga kematiannya pada tahun 2009. Antara tahun 1968-1990, kekuasaannya didasarkan pada sistem partai tunggal, Partai Demokrasi Gabon PDG). Setelah kekacauan politik yang melanda sebagian besar Afrika setelah dirobohkannya Tembok Berlin, Bongo mengubah haluan ke multipartai sejak tahun 1990.

Agama:

Agama utama yang dianut di Gabon adalah Kristen (Katolik Roma dan Protestan), Islam, dan kepercayaan asli tradisional.[2] Banyak penduduk yang mempraktikkan unsur Kristen dan kepercayaan asli tradisional.[2] Sekitar 73% penduduk, termasuk warga asing setidaknya mengamalkan beberapa unsur Kristen; 12% mengamalkan Islam (80-90% adalah orang asing); 10% hanya mempraktikkan kepercayaan asli tradisional; dan 5% penduduk tak beragama atau ateis.[2] Mantan presiden El Hadj Omar Bongo Ondimba adalah anggota minoritas Muslim.

Musik:

Musik Gabon tak banyak dikenal dibandingkan dengan Republik Demokratik Kongo dan Kamerun. Negeri ini memiliki sederet gaya musik rakyat, seperti bintang pop Patience Dabany dan Annie Flore Batchiellilys, penyanyi dan pelakon pertunjukan langsung terkenal. Juga dikenal gitaris Georges Oyendze, La Rose Mbadou dan Sylvain Avara, dan penyanyi Oliver N’Goma. Musik rock dan hip hop yang diimpor dari Amerika Serikat dan Britania Raya terkenal di Gabon, seperti rumba, makossa dan soukous. Alat musik Gabon termasuk obala, ngombi, balafon dan genderang tradisional.

Sastra:

Sebagai negara yang utaramnya bertradisi oral hingga naiknya tingkat melek huruf pada abad ke-21, Gabon kaya akan cerita rakyat dan mitologi. “Raconteurs” sedang bekerja untuk menjaga tradisi semacam mvett tetap hidup di antara suku Fang dan ingwala di antara suku Nzebi.

Topeng:

Gabon juga menampilkan topeng yang banyak dikenal secara internasional, seperti n’goltang (Fang) dan tokoh keramat Kota. Setiap kelompok memiliki setelan topeng sendiri yang digunakan untuk berbagai alasan. Topeng tersebut biasa digunakan dalam upacara tradisional seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Tradisionalis terutama bekerja dengan kayu lokal yang jarang dan bahan berharga lainnya.

  • Penduduk:221.175 jiwa (2001). 0-14 tahun: 33,29%; 15-64 tahun: 60,77%; + 65 tahun: 5,94%
  • Luas wilayah:667 km²
  • Kepadatan penduduk:4,5 jiwa/km²
  • Perbatasan internasional:551 km (Republik Kongo1903 km; Guinea Khatulistiwa 350 km; Kamerun 298 km}})
  • Pantai:885 km
  • Titik tertinggi :0 m > + 1020 m
  • Harapan hidup pria:61 tahun (2007)
  • Harapan hidup wanita:57 tahun (2007)
  • Tingkat pertumbuhan penduduk:1,02% (2007)
  • Tingkat kelahiran:27,42% (2007)
  • Tingkat kematian:17,22% (2007)
  • Tingkat kematian bayi:Total: 53,64 kematian/1000 kelahiran hidup (perkiraan 2005)
  • Tingkat kesuburan:3,7 bayi/wanita (2007)
  • Tingkat migrasi:0% (2007)
  • Kemerdekaan:17 Agustus 1960
  • Jaringan telepon:000 (2007)
  • Telepon genggam:000 (1997); 500.000-550.000 (2005) dan 950.000 (2007; disediakan oleh 3 operator)
  • Telepon sekarang:241
  • Arus listrik:220 V
  • Kepemilikan radio:000 (1997)
  • Kepemilikan televisi:000 (2007)
  • Penggunaan internet:000 (2000); 55.000 (2005)
  • Jumlah pasokan akses internet :3 (2005)
  • Jalan:9170 km (937 km diaspal; 2004)
  • Jaringan kereta api:814 km (2006; Transgabonais)
  • Jaringan pelayaran:1600 km
  • Jumlah banadara:53 (hanya 10 yang sudah diaspal; 2007)

Baca juga: