Kedutaan Besar Negara Serbia

Kedutaan Besar Negara Serbia – Serbia terjalin sejak tanggal 4 November 1954, dimana Serbia pada masa itu masih tergabung dalam Republik Federasi Rakyat Yugoslavia (Federal People’s Republic of Yugoslavia – FPRY), dibawah kepemimpinan Presiden Josiph Broz Tito. FPRY memberikan pengakuan resmi atas berdirinya negara Republik Indonesia pada tanggal 1 Februari 1950. Pada tanggal 10 Juli 1956, pemerintah RI membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beograd, sedangkan  FPRY membuka kantor perwakilannya di Jakarta pada February 1955 pada level Chargé d’Affaires.

Pada awalnya FPRY terdiri dari 6 negara bagian yaitu Serbia, Slovenia, Kroasia, Bosnia & Herzegovina, Montenegro dan Makedonia. Seiring dengan perkembangan politik, statusFPRY mengalami beberapa kali perubahan nama. Diawali dengan perubahan menjadi Republik Federasi Sosialis Yugoslavia (Socialist Federal Republic of Yugoslavia – SFRY) pada tahun 1963 – 1991, kemudian menjadi Republik Federasi Yugoslavia (Federal Republic of Yugoslavia – FRY) pada tahun 1992-2002. Pada tahun 2003 – 2006, FRY berganti nama menjadi Uni Serbia dan Montenegro.

Pada tanggal 21 Mei 2006, Uni Serbia dan Montenegro secara resmi berpisah menjadi Republik Serbia dan Republik Montenegro. Dalam hal ini, Republik Serbia yang beribukotakan Beograd mewarisi hak dan kewajiban hukum internasional dari negara Yugoslavia.

Nama Negara ; REPUBLIK SERBIA

Sistem Politik : Republik / Demokrasi Parlementer

Kepala Negara :Presiden Alexander Vucic

Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Ana Brnabic

Menteri Luar Negeri : Ivica Dačić

Duta Besar Serbia untuk Indonesia : Duta Besar Slobodan Marinkovic

Duta Besar RI untuk Serbia : Harry R. J. Kandou

Komoditas ekspor utama Serbia : Berdasarkan klasifikasi Standard International Trade Classification (SITC) rev. 4, komoditas ekspor penting Serbia tahun 2015 adalah kelompok road vehicles(USD 1.568,6 juta), electrical machines and apparatus (USD 1.031,4 juta), fruit and vegetables (USD 764,0 juta), cereals and produces thereof (USD 639,6 juta), dan non-ferrous metals (USD 563,1 juta) yang secara bersama-sama mewakili 34.1% nilai keseluruhan ekspor.

Komoditas impor utama Serbia : Produk yang diimpor Serbia dari luar negeri pada tahun 2015, terutama berupa kelompok road vehicles (USD 1.206,9 juta), oil and oil derivatives (USD 719,2 juta), electrical machines and apparatus (USD 623,1 juta), general industrial machinery and equipment (USD 538,0 juta), natural gas (USD 518,7 juta) dan medical and pharmaceutical products (USD 521,3 juta) yang secara bersama-sama mewakili 22.6% dari keseluruhan nilai impor.

Komoditas ekspor utama RI ke Serbia : Karet alam, kertas, minyak kelapa sawit dan produk turunannya, produk perikanan, kelapa dan produk turunannya, alas kaki, kertas.

Komoditas impor utama RI dari Serbia : Produk makanan olahan, peralatan untuk analisa kimia dan fisika, peralatan terapis mekanis, alat pemanas, kayu, produk kebersihan dari bahan karet, pressure switch.

Nilai Perdagangan Bilateral : USD 28.106 Juta (ekspor USD 2.808 juta; impor USD 25.298 juta) USD 15.324 Juta (ekspor USD 6.204 juta; impor USD 9.120 juta)

Populasi : 7.076.372 jiwa

Bahasa Nasional : Serbia

Jumlah WNI : 98 jiwa

Hubungan Diplomatik : 1954

LETAK GEOGRAFIS

Dari segi wilayah, Serbia merupakan salah satu negara di kawasan Eropa Tengah. Serbia berbatasan dengan Hungaria di utara; Romania dan Bulgaria di Timur; Makedonia dan Albania di selatan serta Montenegro, Kroasia, dan Bosnia-Herzegovina di sebelah Barat.

Konstitusi

Konstitusi Republik Serbia yang saat ini berlaku disetujui oleh Majelis Nasional Republik Serbia pada tanggal 30 September 2006 (menggantikan konstitusi yang disahkan tahun 1990) dan disahkan melalui referendum pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2006. Teks pembukaannya menganggap Provinsi Kosovo dan Metohija sebagai bagian kesatuan dari wilayah Serbia yang diberikan status otonomi substansial. Konstitusi tersebut juga mengatakan Serbia sebagai negara merdeka dan menjamin Hak Asasi Manusia, termasuk hak-hak minoritas dan melarang hukuman mati dan kloning manusia. Konstitusi ini juga menjamin perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual. Kewajiban Republik Serbia adalah untuk membantu dan mempromosikan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya dan seni.

 Eksekutif

Pemerintahan Serbia berbentuk Republik dimana kabinet dikepalai oleh Perdana Menteri selaku kepala pemerintahan, sedangkan Presiden bertindak sebagai kepala negara. Pemerintah Serbia terdiri dari perdana menteri, wakil perdana menteri dan menteri-menteri. Kandidat perdana menteri harus mempresentasikan program-programnya dan mengajukan daftar menteri-menteri dalam pemerintahannya ke Majelis Nasional. Wakil Perdana Menteri I bertanggungjawab dalam bidang pertahanan, keamanan dan perlawanan terhadap kejahatan dan korupsi.

Baca juga:

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *