Kedutaan Besar Negara Oman

 

Kedutaan Besar Negara Oman– Oman merupakan negara yang menganut sistem perdagangan terbuka. Perdagangan luar negeri menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, terutama bagi penerimaan negara dari hasil penjualan minyak bumi. Nilai kegiatan ekspor-impor barang mencapai 93% dari total PDB di tahun 2015. Ekspor minyak dan gas mencapai 59,4% dari total nilai ekspor Oman, yang mencerminkan ketergantungan terhadap minyak yang sangat tinggi. Namun demikian, nilai ekspor migas turun jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 65,7% dari keseluruhan nilai ekspor Oman.

Dalam lima tahun terakhir, Oman selalu mencatat surplus perdagangan. Meskipun harga minyak dunia tengah berada di level rendah, Oman masih dapat mencatat surplus, meskipun nilainya berkurang jauh. Produk utama ekspor Oman adalah minyak, gas alam, produk-produk hidrokarbon, aluminium, biji besi, dan pupuk. Sedangkan produk utama yang diimpor oleh Oman adalah Kendaraan bermotor, aksesoris kendaraan, peralatan konstruksi, dan peralatan komunikasi.

Oman merupakan anggota GCC yang didirikan pada tahun 1981 dengan 6 negara – yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Blok GCC memiliki lokasi yang strategis di dunia dan dikenal sebagai penghasil minyak dan gas. Bila dibandingkan dengan negara-negara GCC lainnya, ekonomi Oman relatif rendah,

Pelayanan yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berada di Kesultanan Oman antara lain: penerbitan paspor baru, penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), Penerbitan Surat Cuti, Pembuatan Surat Keterangan Akan Menikah dan Surat Keterangan Menikah, Pembuatan Surat Keterangan Lahir Anak, Legalisasi Dokumen, Penerbitan Surat Keterangan lain, serta perlindungan terhadap WNI yang berada di Kesultanan Oman dan lain-lain.​

Adapun pelayanan yang diberikan kepada warga asing antara lain Penerbitan Visa Diplomatik, Penerbitan Visa Kunjungan, Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan, Visa Tinggal Terbatas dengan persetujuan Imigrasi Pusat, Legalisasi Dokumen Bisnis dan Non Bisnis, serta pelayanan lainnya.

Nama Resmi Negara : Kesultanan Oman

Bentuk Negara : Monarki

Ibukota : Muscat

Luas Wilayah : 309.500 km2

Jumlah Penduduk : 4,5 juta orang

Lagu Kebangsaan : Nasyid As Salam As Sultani

Agama : Islam (90%), Kristen, Hindu, Sikh

Bahasa : Arab

Mata Uang  : Rial Oman (OMR)

Hari Nasional    : 18 November

Suku bangsa/Etnis : Arab, Baluchi, Asia Selatan (India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh), Afrika

Sistem Pemerintahan :  Monarki Absolut

Nama Kepala Negara :  Y.M. Sultan Qaboos bin Said al-Said

Nama Menteri Luar Negeri :  Y.M. Sultan Qaboos bin Said al-Said

Catatan : Jabatan Menteri Luar Negeri secara resmi dipegang oleh Sultan Qaboos bin Said al-Said, sedangkan untuk pelaksanaan sehari-hari dijabat oleh Menteri yang Bertanggung Jawab untuk Urusan Luar Negeri (Minister Responsible for Foreign Affairs), yaitu Y.M. Yusuf bin Alawi bin Abdullah.

Nama Duta Besar Oman untuk RI :  Y.M. Sayyid Nazar bin Al-Julandi bin Majed Al-Said

Nama Duta Besar RI untuk Oman :  Y.M. Musthofa Taufik Abdul Latif

Gross Domestic Product (GDP) :  US$70,25 milyar (2015,World Bank)

GDP per Kapita :  US$15.645 (2015, World Bank)

Komoditas Ekspor :  Minyak; gas alami; hidrokarbon; aluminium; biji besi; pupuk

Komoditas Impor :  Kendaraan bermotor; aksesoris kendaraan; peralatan konstruksi; peralatan komunikasi

Keanggotaan di Organisasi Internasional : ABEDA, AFESD, AMF, CAEU, FAO, G-77, GCC, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (NGOs), IDA, IDB, IFAD, IFC, IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IPU, ISO, ITSO, ITU, LAS, MIGA, NAM, OIC, OPCW, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, WTO.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *