kedutaan Besar Negara Bolivia

kedutaan Besar Negara Bolivia– Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Negara Plurinasional Bolivia dibuka pada tahun 1963 dan dalam tahun itu juga pemerintah Bolivia mengangkat Duta Besarnya yang pertama untuk Indonesia, Mario Sanjines Uriart berkedudukan di New Delhi. Karena perubahan pemerintahan, Mario Sanjines Uriart mengundurkan diri dan digantikan oleh Quiro Galda tahun 1964 yang juga tidak sempat menyerahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden RI karena terjadi pergantian pemerintahan di negerinya. Bolivia kemudian menunjuk Dubesnya di Kuala Lumpur Carlos Iturralda yang pada bulan Juni 1977, menyerahkan Surat-surat Kepercayaannya kepada Presiden RI. Sejak tahun 2001, Kedutaan Besar Bolivia di Cina merangkap untuk Indonesia.

Negara Plurinasional Bolivia merupakan rangkapan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lima, Perú. Saat ini, Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Perú dan merangkap Negara Plurinasional Bolivia adalah Yosef Berty Fernandez yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Plurinasional Bolivia, Juan Evo Morales Ayma pada tanggal 2 Juni 2010 di La Paz.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima menyelenggarakan business forum ‘Peluang Bisnis Indonesia-Bolivia’ di Santa Cruz, Bolivia, 27 Juli 2017. Acara diselenggarakan bersama-sama dengan Kamar Industri, Dagang, Jasa dan Pariwisata Santa Cruz atau Camara de Industria, Comercio, Servicio y Turismo (CAINCO).

BERITA TERKAIT

Evo Morales: Amerika Serikat Ancaman Terbesar Terhadap Demokrasi

Mantan Presiden Kolombia Dan Bolivia Ditolak Masuk Ke Kuba

Evo Morales Bisa Menjabat Empat Periode, Oposisi: Ini Pukulan Terhadap Demokrasi

Acara dihadiri Duta Besar RI Lima Moenir Ari Soenanda, Wakil Presiden CAINCO Mrs. Maria del Rosario Paz Gutierrez, Manager Marketing and Communications Mr. Gabriel Columba dan para pengusaha Bolivia yang tergabung dalam CAINCO yang berminat meningkatkan hubungan ekonomi serta kerjasama bisnis dengan Indonesia. Selain itu juga hadir wakil dari Kamar Ekspor, Logistik dan Investasi Bolivia (Camara de Exportadores/CADEX).

Duta Besar RI menyampaikan, bahwa business forumdimaksudkan sebagai forum untuk membangun hubungan dengan asosiasi bisnis dan pengusaha Bolivia, mempromosikan peluang ekonomi dan bisnis yang terbuka dan dapat dimanfaatkan pengusaha Bolivia, serta mengenalkan kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Indonesia kepada para pengusaha.

Duta Besar RI menyatakan bahwa hubungan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan Bolivia dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan positif. Tahun 2016 ekspor Indonesia mencapai US$ 30,47 juta, 2015 sebesar US$ 39,17 juta dan 2014 senilai US$ 34,82 juta. Ekspor Bolivia tahun 2016 sebesar US$ 15.490 antara lain berupa tepung cereal (cereal flour). Ekspor tertinggi dicapai tahun 2015 senilai US$ 128.612. Tahun 2014 mencapai US$ 34.827.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *