Kedutaan Besar Negara Belarus

Kedutaan Besar Negara Belarus

Hibungan diplomatic antara republic indonesia dengan republic balarus telah terjalin selama 18 tahun, sejak ditandatanganinya Joint Communiqué Concerning the Establishment of Diplomatic Relation Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus (Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus), 18 Juni 1993.

Peningkatan hubungan kedua Negara ditandai denagn adanya pertemuan-pertemuan pejabat pemerintahan kedua Negara dan delegasi lainnya untuk perundingan bilateral. Dalam rangka mempererat hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang, terutama politik, ekonomi, perdagangan dan teknik. Dalam kerjasama kedua negara di berbagai bidang, terutama politik, ekonomi, perdagangan dan teknik, pada tanggal 22 Agustus 2011 dibuka Kedutaan Besar Republik Belarus di Repubik Indonesia.

Di for a internasional kedua Negara saling memberikan dukungan dalam keanggotaan pada berbagai organisasi internasional. Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Belarus di bidang ekonomi dilandasi oleh Persetujuan Perdagangan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus (Trade Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus) yang ditandatangani pada 12 Mei 2000.

Para pelaku bisnis kedua Negara yang didukung pemerintahan masing-masing cukup intensif melakukan komunikasi guna mejalin hubungan bisnis. Wakil Menlu Belarus, Mr. Sergey Aleinik, berkunung ke Indonesia pada 20-23 Juni 2010 dalam rangka memimpin misi dagang Belarus ke Indonesia.

Sedangkan pada 13 September 2010 Menteri Perdagangan RI memimpin Misi Dagang RI ke Belarus serta melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Belarus guna membahas upaya peningkatan kerjasama ekonomi perdagangan.

Produk ekspor utama Indonesia adalah natural rubber, balata, gutta pecha etc, automatic data processing machines, optical reader etc, synthetic filam yarn, palm oil and its fractions, tobacco, woven fabrics filam yarn, coconut (copra), palm kernel/babassu oil and its fractions, paper and paperboard, coated with kalolin or other inorganic substances, oxygen-function amino-compounds, woven fab of syn staple fibre.

Salah satu mekanisme untuk mempererat dan meningatkan hubungan dan kerjasama guna lebih memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki, khusunya di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknik, secara berkala diselenggarakan Intergovernmental Indonesian-Belarusian Joint Commission on Trade, Economic, Scientific and Technical Cooperation.

Belarus yang berkunjung ke Indonesia masih belum menunjukan angka yang signifikan. Akan tetapi terdapat kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun. Upaya-upaya promosi pariwisata Indonesia terus dilakukan antara lain keikutsertaan yang aktif dalam pameran pariwisata Internasional Otdykh Minsk. Salah satu kendala yang dihadapi wisatawan Belarus untuk berkunjung ke Indonesia adalah jalur penerbangan dan lamanya waktu tempuh.

Beberapa perjanjian yang masih dalam pembahasan kedua pihak seperti di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, kebudayaan, hukum, investasi, penanggulangan bencana dan teknik militer. Pada tahun  2015 silam, Pemerintah Republik Indonesia mengambil keputusan tentang rezim bebas visa kepada warga negara Belarus yang berkunjung ke Indonesia untuk tujuan pariwisata untuk periode yang tidak melebihi 30 hari.​

Baca juga: Kedutaan Besar Negara Guinea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *