Kedutaan Besar Iran

Friday, April 13th, 2018 - Kedutaan

Kedutaan Besar Iran

  • Iranian Embassy in Jakarta, Indonesia
    Jl. Hos. Cokroaminoto No. 110
    Menteng
    Jakarta Pusat 10310
    Indonesia
  • TELEPHONE
  • (+62) (21) 3193-1378
    (+62) (21) 3193-1391
  • FAX
  • (+62) (21) 310-7860
  • EMAIL
  • iranemb.jkt@mfa.gov.ir
    iranembassy.jakarta@gmail.com

UMUM

  • Nama Resmi: Islamic Republic of Iran (Jomhori-e Islami-e Iran)
  • Ibukota: Tehran
  • Berdiri Tahun: 1 April 1979
  • Hari Nasional: 10 Februari (Hari Revolusi Islam Iran tahun 1979)
  • Lagu Kebangsaan: Sorud-e Melli-e Iran
  • Bendera: Hijau-Putih-Merah dengan tulisan Allah berwarna merah dan berbentuk tulip ditengah-tengah. Tulisan Allahu Akbar berwarna putih, masing-masing sebanyak 11 kali di bagian bawah sepanjang warna hijau dan di bagian atas sepanjang warna merah
  • Kepala Negara/Pemimpin Tertinggi Agama (Supreme Leader): Ayatollah Seyed Ali Khamenei
  • Kepala Pemerintahan: Presiden Mahmoud Ahmadinejad (sejak 2005); terpilih kembali melalui pemilu 12 Juni 2009
  • Ketua Parlemen: Ali Larijani
  • Menteri Luar Negeri: Manouchehr Mottaki
  • Bahasa Nasional: Farsi
  • Agama: Islam 98% (Shiah 91%, Sunni 7%), Yahudi 0,7%, Kristen 0,7%, Zoroaster 0,1% serta Armenian dan Assyria
  • Penduduk: 70,4 juta (sensus Maret 2007 dengan pertumbuhan 0.86%)
  • Etnis/Suku: Persia 51%, Azeri 24%, Kurdi 7%, Mazandarani 8% dan 10% etnis lainnya
  • Ekonomi
    Sumber daya alam: Minyak bumi, gas alam, batu bara, timah hitam, tembaga, biji besi, bahan baku semen, chrom, seng, marmer
    Ekspor Utama: Minyak mentah dan gas alam
    Mata Uang: Rials (US$ 1 = Rls. 9960) (Juli 2009)
    GDP (PPP): US$ 824 miliar (perkiraan 2008)
    GDP (Real Growth Rate): 6,5% (perkiraan 2008)
    GDP Per Kapita: US$ 12.800 (2008)
    Laju Inflasi: 28% (consumer price)
    Hutang luar negeri: US$. 21,77 milyar (2008)
    Mitra Dagang Utama: Ekspor: Cina 15%, Jepang 14,3%, Turki 7.4%, Korea Selatan 7,3%, Italia 6,4%. Impor: Cina 14,2%, Jerman 9,6%, UAE 9,1%, Korea Selatan 6.3%, Rusia 5,7%, Italia 5% , (2007)
  • Geografi
    Luas Wilayah: 1.648.195 Km²
    Topografi: Sebagian besar pegunungan/dataran tinggi Tehran terletak pada ketinggian 1100-1700 m
    Koordinat geografis: 25°-40° LU dan 44°-46° BT
    Iklim: 4 musim, perbedaan suhu sangat ekstrim. Musim panas 46°C, musim dingin – 5°C
    Kota Besar / Wisata: Isfahan (Ibukota lama, arsitektur Islam), Mashad (Makam Imam Reza, Imam ke-8 Shiah), Shiraz (Persepolis, sebelum Masehi)

SEJARAH SINGKAT
Bangsa Iran berasal dari Ras Arya yang merupakan salah satu ras Indo-European. Migrasi bangsa Arya ke berbagai belahan bumi seperti ke Asia kecil dan India dimulai pada 2.500 Sebelum Masehi (SM). Peradaban di dataran tinggi Iran dimulai 600 tahun SM di mana saat itu terdapat 2 kerajaan yakni Parsa di sebelah Selatan dan Medes di Timur Laut Iran.

Pada tahun 550 SM, Cyrus the Great berhasil merebut 2 kerajaan Persia tersebut, namun tidak berhasil memperpanjang kekuasaannya. Pada 521 SM Raja Darius mendirikan Dinasti Achaemenid hingga Darius III. Pada 323 SM, Alexander the Great berhasil menaklukan Dinasti Achaemenid. Di masa Dinasti Parthian (Raja Mirthridates II) berhasil menjalin hubungan dengan Cina dan Roma yang dikenal dengan perdagangan sutranya (Silk Road). Pada 220 SM, Dinasti Sassanid mengakhiri kejayaan Dinasti Parthian.

Setelah peperangan selama 4 abad, seiring memudarnya Kerajaan Romawi, Kerajaan Persia hancur dan diinvasi oleh Kerajaan Mesir dan Arab lainnya dan berhasil menyebarkan agama Islam.

Dari abad 7 hingga abad 16 Masehi, berbagai Dinasti keturunan Arab, Turki dan Mongol saling berkuasa yakni Dinasti Abbasid, Dinasti Saffarian, Dinasti Samanid. Pada abad ke 16 khususnya pada masa Kerajaan Savafid, tercapai masa kejayaan dalam bidang kerajinan dan pembuatan karpet. Pada abad 17 Dinasti Afshar berkuasa, namun kemudian digantikan oleh Karim Khan Zand yang mendirikan Dinasti Zand di Selatan. Di sebelah Utara Suku Qajar berhasil mematahkan Dinasti Zand dan mendirikan Dinasti Qajar hingga abad 19 dengan Rajanya yang terakhir bernama Ahmad Shah.

Pada tahun 1921, terjadi kudeta militer yang dipimpin oleh Reza Shah Pahlevi yang kemudian menjatuhkan Ahmad Shah dan mengangkat dirinya sebagai Raja Iran. Pada 1941, anaknya bernama Mohammad Reza Shah naik tahta hingga terjadi Revolusi Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Imam Khomeini pada 1979. Berbagai peristiwa menonjol sejak itu adalah pendudukan Kedubes Amerika Serikat, 1979-1981, Invasi Irak terhadap Iran pada 1980 yang menimbulkan perang selama 8 tahun (1980-1988) dan sanksi ekonomi (energi) Amerika sejak 1996.

SISTEM PEMERINTAHAN
Ideologi
Ideologi negara berdasarkan kepada Agama Islam Madzhab Shiah Imam 12 (Ja’fari). Untuk melaksanakan prinsip ini maka diciptakan sistem Velayat-e Faqih (Supremasi kaum ulama) di mana seorang pemimpin agama memiliki hak untuk memberikan fatwa keagamaan dan sekaligus memegang kekuasaan tertinggi dalam masalah ketatanegaraan.

Marja-e Taqlid (ulama senior) memiliki wewenang untuk memberikan fatwa hukum kepada masa penganut ajarannya yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah Marja-e Taqlid di Iran sebanyak 8 orang. Tetapi Imam Khomeini yang merupakan Pemimpin Revolusi Islam Iran 1979 kemudian dikukuhkan dalam Konstitusi sebagai Ayatollah Uzma yang berkedudukan sebagai Rahbar yang berkuasa di bidang politik sekaligus bidang keagamaan (sebagai Marja-e Taqlid).

Agama resmi Negara adalah Islam beraliran Ja’fari (Shiah Imam ke 12). Aliran Islam lainnya yang bermadzhab Syafi’I, Hambali, Hanafi dan Maliki serta Shiah Zaidiyah diakui dan pelaksanaan syariat-syariatnya dilindungi oleh UU.

Konstitusi
Hukum tertinggi adalah Konstitusi Republik Islam Iran yang disahkan pertama kali oleh Majelis Ahli tanggal 15 November 1979 dan diamandemen pada Juli 1989.

Lembaga Eksekutif
Kepala pemerintahan dijabat seorang Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat untuk masa jabatan 4 tahun, dapat dapat dipilih kembali maksimal satu kali. Presiden dibantu oleh 9 orang wakil presiden yang membidangi tugas masing-masing serta 21 menteri anggota kabinet. Sistem pemerintahan Iran menganut sistem presidensiil dan parlementer, di mana anggota kabinet ditunjuk/diangkat oleh Presiden tetapi harus mendapat persetujuan dari Majelis serta bertanggungjawab kepada Presiden dan Majelis.

Presiden harus bertanggungjawab kepada rakyat, Leader dan Parlemen (Majelis). Jika Presiden berhalangan selama dua bulan lebih, maka Wakil Presiden I akan menjalankan fungsi pemerintahan atas persetujuan Leader. Secara administratif, Iran terbagi menjadi 28 Propinsi dan 114 tingkat kabupaten. Setiap Propinsi dipimpin seorang Gubernur Jenderal sedangkan kabupaten/kotamadya dipimpin Gubernur. Sejak terbentuknya Islamic Council tingkat Daerah (DPRD) hasil Pemilu Februari 1999 pengangkatan para Gubernur Jenderal dan Gubernur didilakukan oleh DPRD.

Lembaga Legislatif
Parlemen Iran (Majelis-e Syura-e Islami) merupakan lembaga legislatif yang beranggotakan 290 orang. Anggota Majelis dipilih melalui Pemilu setiap 4 tahun sekali dengan sistem distrik. Setiap 10 tahun rasio anggota Majelis ditinjau kembali sesuai dengan jumlah penduduk. Parlemen saat ini merupakan hasil pemilu tahun 2008. Ketua Parlemen saat ini adalah Ali Larijani.

Majelis secara tidak langsung dapat menjatuhkan Presiden dan menteri-menteri Kabinet melalui mosi tidak percaya. Hearing terhadap menteri diajukan sekurangnya oleh 10 anggota dan menteri yang bersangkutan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Presiden, hasil sidang disampaikan kepada Leader untuk memecat Presiden.

Lembaga Judikatif
Kekuasaan tertinggi lembaga peradilan dijabat oleh Ketua Justisi yang diangkat langsung oleh Leader untuk masa jabatan 5 tahun. Ia haruslah seorang Ulama Ahli Fiqih (Mujtahid).

Ketua Lembaga Judikatif (Chief of Judiciary) saat ini adalah Ayatollah Hashemi Shahroudi. Fungsi utamanya adalah mengangkat dan memberhentikan ketua dan anggota Mahkamah Agung dan Jaksa Agung serta menyusun RUU. Ia juga mengusulkan calon Menteri Kehakiman kepada Presiden. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan lembaga-lembaga Judikatif, sementara Kementerian Kehakiman mengatur koordinasi antara lembaga judikatif dan lembaga-lembaga Eksekutif dan Legislatif serta bertugas di bidang organisasi pemerintahan dan anggaran.

Sistem peradilan Iran mempunyai dua bentuk yaitu peradilan umum dan khusus. Peradilan umum meliputi Pengadilan Tinggi Pidana, Pengadilan Rendah Pidana, Pengadilan Tinggi Perdata, Pengadilan Rendah Perdata dan Pengadilan Perdata Khusus. Sedangkan Pengadilan Khusus terdiri dari Pengadilan Revolusi Islam, Pengadilan Khusus Ulama dan Pengadilan Pers.

Sesuai dengan Konstitusi terdapat beberapa institusi lain yang berada di bawah Lembaga Judikatif seperti Peradilan Militer yang merupakan bagian dari Lembaga Peradilan yang menangani kasus-kasus pidana yang melibatkan anggota Angkatan Bersenjata, Polisi dan Pasdaran; Peradilan Tinggi Administrasi yang menangani kasus-kasus yang terkait dengan administrasi pemerintah; dan Kepala Inspektur Negara yang bertugas mengawasi kinerja kementerian.

HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA – IRAN

Politik
Hubungan diplomatik Indonesia-Iran dibuka tahun 1950 pada tingkat Kedutaan. Kepala Perwakilan RI yang pertama adalah Mayjen R.H. Abdul Kadir yang bergelar Duta Besar dan Menteri Berkuasa Penuh RI. Pada akhir tahun 1960. Kedutaan RI dinaikkan tingkatnya menjadi Kedutaan Besar RI. Pemerintah RI kemudian menunjuk M. Bachmid sebagai Duta Besar LBBP RI yang pertama.

Hubungan politik kedua negara berjalan dengan baik yang antara lain ditandai dengan saling kunjung Kepala Negara/Pemerintahan. Presiden Mahmoud Ahmadinejad berkunjung ke Indonesia pada tahun 2006, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan balasan ke Iran pada tahun 2008. Kedua Negara saling memberikan dukungan dalam pencalonan pada jabatan atau keanggotaan organisasi internasional.

Guna mempererat kerjasama di bidang politik, pada tanggal 9 Mei 2003 di Tehran telah ditandatangani MoU pembentukan Komite Konsultasi Bilateral di Bidang Politik yang dipimpin pejabat setingkat Wakil Menlu (Dirjen).

Sejak Februari 2006, kedua negara telah memiliki persetujuan bilateral yang membebaskan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas). Selain itu, sejak April 2006 kedua Pemerintah telah mengesahkan kebijakan pemberian visa on arrival bagi pemegang paspor biasa bagi kedua negara yang melakukan kunjungan singkat ke Indonesia (bagi WN Iran) dan Iran (bagi WNI).

Ekonomi dan Perdagangan
Dalam beberapa tahun terakhir, volume perdagangan kedua negara terus menunjukkan trend peningkatan dengan surplus di pihak Indonesia.

Ekspor utama Indonesia yaitu kertas dan produknya, benang, bahan baku tekstil, ban, suku cadang mobil, peralatan komputer dan elektronik, karet, peralatan rumah tangga, cocoa powder, coffee bean, karton, dan produk kayu. Sedangkan Iran melakukan ekspor besi baja setengah jadi, alumunium, LPG, etilen, propilen, karpet dan gilim, lampu kerajinan tangan, dan kacang-kacangan ke Indonesia.

Berbagai upaya terus dilakukan guna peningkatan volume perdagangan kedua negara seperti: kunjungan kerja ke Qeshm, Tabriz, menyelenggarakan pameran/promosi dan business meeting, menjawab inquiry serta melakukan pertemuan dengan pejabat bidang ekonomi.

Sejauh ini KBRI Tehran juga melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak termasuk pengusaha Iran, agar dalam menjalin hubungan dagang hendaknya melalui KBRI Tehran. Hal ini mengingat seringkali diterima pengaduan sengketa dagang dari pengusaha yang menjajaki kerjasama melalui jaringan internet.

Sektor Pariwisata
Jumlah wisatawan Iran ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung tetap. Berdasarkan catatan KBRI, dalam 3 tahun terakhir rata-rata KBRI menerbitkan sekitar 500 visa berbagai jenis per tahun. Umumnya wisatawan Iran berkunjung ke Indonesia bukan semata untuk berlibur, namun juga untuk kegiatan dagang. Mereka datang berkunjung dan berbelanja di pusat-pusat perdagangan seperti Mangga Dua atau Tanah Abang di Jakarta untuk kemudian dikirim ke Iran.

Untuk meningkatkan kerjasama pariwisata, pada saat Pertemuan ke-6 Komisi Ekonomi Bersama bulan Desember 2002, telah ditandatangani MoU Kerjasama Pariwisata Indonesia-Iran.

Kesepakatan ini menjadi dasar perluasan hubungan bilateral kedua negara di bidang pariwisata dan bidang lain yang terkait. Indonesia mempunyai peluang untuk menyediakan tempat pendidikan pariwisata yang banyak tersedia di Indonesia bagi institusi pariwisata di Iran. Usul ini juga pernah dilontarkan KADIN Indonesia untuk melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait di Iran.

Sosial Budaya
Hubungan Sosial Budaya kedua negara mulai berkembang. Di bidang penerangan kedua Pemerintah telah memiliki MoU yang ditandatangani Menteri Penerangan RI dan Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran pada 1991, hubungan Indonesia dan Iran di bidang ini juga didukung kesepakatan kerjasama dalam kerangka OKI dan GNB.

Hubungan sosial budaya kedua Negara secara nyata terwujud dalam bentuk partisipasi di sejumlah kegiatan seperti MTQ Internasional,olimpiade matematika dan kimia yang diselenggarakan setiap tahun oleh Iran serta cabang olahraga seperti tinju, atletik, sepakbola, bola voli. Sejak Juli 2004, terdapat 4 orang pelatih Badminton asal Indonesia yang dikontrak pemerintah Iran untuk melatih pemain Iran. Mereka dikontrak selama 3 bulan dan kemudian diperpanjang lagi dengan menambah jumlah pelatih, sparing partner dan pelatih perempuan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Mengenai kegiatan promosi Indonesia, KBRI secara aktif mengikuti berbagai pameran yang menampilkan potensi ekonomi sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia secara sinergis seperti pada Pameran Dagang Tahunan, Pameran Pariwisata Internasional, pameran tunggal kebudayaan Indonesia, Bazar Amal dan sebagainya.

Di bidang pendidikan agama, Iran secara gencar memberikan beasiswa kepada pelajar asing dari berbagai negara, termasuk Indonesia melalui organisasi sosial keagamaan Iran.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Iran, jumlahnya tidak terlalu banyak dan sebagian besar awalnya adalah tenaga kerja yang bekerja di negara-negara seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait atau Timur tengah lainnya yang kemudian dibawa ke Iran oleh majikannya ke Iran.

Pertahanan dan Keamanan
Hubungan bilateral Iran dan Indonesia di bidang pertahanan berjalan dengan cukup baik, hal ini ditandai dengan adanya saling menempatkan Atase Pertahanan pada masing-masing Kedutaan Besar. Namun Kerjasama militer sejauh ini masih belum nampak nyata, tawaran kerjasama pendidikan setingkat Sesko oleh Indonesia telah disampaikan, tetapi belum menjadi prioritas bagi Iran karena masalah bahasa.

Di sisi lain Iran merupakan negara yang memiliki potensi khusunya di bidang peroketan dan peluru kendali. Kesempatan ini akan sangat baik bagi Indonesia jika dilakukan kerjasama dalam meningkatkan kemampuan di bidang persenjataan maupun pengetahuan tentang persenjataan yang diawali dengan kunjungan ke DIO (Defence Industry Organization) dan AIO (Aerospace Industry Organization).

Kedutaan Besar Iran | admin | 4.5
link alternatif untuk login judi adu ayam online sm558 melalui android atau pc komputer, serta pendaftaran sm558 gratis.

Live Chat Sbobet Indonesia adalah salah satu cara mempermudah Anda untuk berkomunikasi langsung dengan agen Sbobet Indonesia. Seperti yang Anda ketahui, Sbobet merupakan situs Sportsbook judi online Terbesar.


link alternatif agen resmi s128 sabung online atau adu ayam yang di siarkan secara live streaming langsung dari arena pertandingan di filipina, sabungonline.net adalah salah satu situs atau website pelayanan judi sabung online yang di sediakan oleh betplace88 untuk memberi kemudahan dan kenyamanan dalam bermain s128.


link alternatif layanan daftar sm558 dan login sabung ayam online live streaming dengan sistem layanan yang baik serta didukung livechat support  sm558 Indonesia 24 jam setiap hari.


situs judi sabung online dan adu banteng sm558 indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.


Situs judi taruhan sabung online dan adu banteng sm558 android indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.

http://aduayams128.net cara kilat daftar adu ayam S128 adalah dengan menghubungi angen resmi terpercaya Arenabet168.org disini anda akan dilayani oleh Customer Service handal kami yang memiliki keahlian dibidangnya sehingga mempercepat permintaan anda baik pendaftaran Id baru, deposit, maupun withdraw anda kurang dari 5 menit.